Alfian Prasetya, Membuka Rumah Makan Gratis dari Kebaikan Kecil Menolong Satu Orang




Tidak harus menjadi kaya untuk bisa berbagi. Ketika kita kaya dan berlimpah, berbagi akan lebih mudah. Yang sulit adalah ketika kita merasa rezeki yang kita terima pas-pasan atau bahkan kita pun merasa kekurangan. Padahal, ada hak orang lain dari sedikit rezeki yang Allah titipkan kepada kita. Bukankah Allah berjanji akan memberikan rezeki yang lebih bagi hambanya yang mau berbagi?

Siapa Sosok Alfian?

Hal inilah yang bisa diteladani dari sosok Alfian Prasetya. Meskipun penghasilannya terbilang pas-pasan, Alfian mampu mengelola rumah makan gratis dan memberikan lebih dari 100 porsi makan gratis untuk orang-orang yang membutuhkan.

Untuk bisa mengelola rumah makan gratisnya, Alfian menyisihkan dana dari penghasilannya sendiri. Penghasilan tersebut didapatkannya dari pekerjaan yang dilakoninya sebagai pedagang rekaman murottal al-quran. Selain itu, Alfian juga berjualan sabun.

Dari penghasilannya yang tidak menentu dari berdagang itulah Alfian sanggup menjalankan rumah makan gratisnya. Bukan hanya hari-hari tertentu saja, Alfian membuka rumah makan gratisnya setiap hari tanpa libur. Makanan gratis yang disediakan tidak diperuntukkan bagi kaum dhuafa semata, namun semua orang dari berbagai latar belakang boleh menikmati dan mengambil makanan gratis tersebut.

Dibuka pertama kali pada tahun 2016, rumah makan gratis ini telah melalui perjalanan berliku yang panjang. Pada awalnya, Alfian kasihan melihat seorang pemulung yang berjalan pincang dan ingin berbagi makanan kepadanya. Alfian meminta kepada istrinya untuk memasak dengan porsi yang lebih. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang ditolong oleh Alfian.

Hingga akhirnya Alfian memutuskan untuk membuka rumah makan gratis. Sebagai modal, Alfian rela menjual sepeda motor miliknya. Ujian datang ketika rumah makan gratisnya masih baru buka. Alfian difitnah telah mencuri sepeda milik warga setempat. Padahal, menurut penuturan Alfian, tindakan tidak terpuji ini dilakukan oleh seorang pemulung.

Segala sesuatu yang di-#AwaliDenganKebaikan, pasti akan menularkan kebaikan lainnya. Alfian mendapatkan bantuan dari Ketua Badan Permusyawaratan Desa Ciangsana berupa tanah seluas 500 m2. Tanah tersebut diberikan secara Cuma-Cuma agar bisa digunakan menjadi tempat makan gratis yang dikelolanya.

Kini, rumah makan gratis ini terletak di Jalan Raya Ciangsana No.01, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Alfian kini tidak berjuang sendiri bersama istrinya. Banyak donatur yang menitipkan rezekinya di rumah makan gratis ini. Hal ini membuat rumah makan yang dikelolanya menjadi lebih besar dan mampu memberi lebih banyak makanan kepada orang-orang sekitar.

Yang lebih disayangkan lagi adalah rumah makan gratis ini pernah mengalami perampokan pada September 2019 lalu. Tiga buah handphone milik karyawan rumah makan ini diambil. Untungnya, kasus ini cepat ditangani oleh pihak kepolisian. 


Kebaikan untuk Alfian

Cerita Alfian Prasetya ini mengajarkan kepada kita bahwa kebaikan yang besar dimulai dari kebaikan kecil yang kita lakukan. Kita yang terinspirasi dari kisah Alfian Prasetya ini bisa ikut menebar kebaikan kecil yang bisa berdampak besar. Kebaikan itu bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Salah satu caranya dengan memberikan perlindungan terbaik dari risiko kerugian finansial yang mungkin dialami.

Perlindungan terbaik ini bisa kita dapatkan dengan bergabung dalam Produk Asuransi Syariah dari Allianz. Allianz sebagai salah satu perusahaan Asuransi Syariah Indonesia dengan reputasi terbaik menawarkan produk asuransi dengan dua kebaikan sekaligus, yaitu kebaikan untuk kita dan keluarga serta kebaikan yang akan dibagikan kepada orang lain melalui program sosial.

Sebagian dana yang kita setorkan akan digunakan untuk membiayai program sosial tersebut. Jika kita ingin berkontribusi lebih banyak, kita bisa memanfaatkan fitur wakaf yang tersedia. Program sosial ini menyasar orang-orang yang lebih membutuhkan dan sosok-sosok inspiratif seperti Alfian Prasetya ini.

Posting Komentar

0 Komentar